9 Brand Pembalut Berbahaya Yang Harus Diwaspadai


 tentu mengagetkan kita sebagai pengguna setia dari pembalut setiap bulannya 9 Merk Pembalut Berbahaya yang Harus Diwaspadai

Beredar pemberitaan mengenai pembalut berbahaya tentu mengagetkan kita sebagai pengguna setia dari pembalut setiap bulannya. Pasalnya setiap bulan perempuan mengalami menstruasi ketika sel telur mereka tidak dibuahi. Peristiwa luruhnya dinding rahim yang berimbas pada keluarnya darah dari organ intim wanita. Darah yang seringkali dituding menciptakan kawasan organ intim menjadi gatal, busuk atau bahkan lecet.

Nah ternyata bukan hanya itu saja Mak. Ada akhir lain yang lebih membahayakan dari rutinitas menstruasi itu. Apalagi kalau bukan kanker rahim yang cukup ditakuti kebanyakan kaum wanita. Kanker ini ternyata bisa berasal dari penggunaan pembalut sekali pakai. Pembalut yang dibentuk dari materi kapas dan kertas yang diolah sedemikan rupa sampai mempu menyerap darah menstruasi yang keluar. Membuat Anda tetap nyaman beraktivitas walaupun sedang banyak-banyaknya.

Perkembangan Pembalut

Menstruasi sejatinya memang dialami para perempuan ketika mereka tidak sedang mengandung. Itulah sebabnya semenjak dulu kasus mestruasi memang sudah menjadi kodrat alam yang harus dilalui para wanita. Untuk pembalut sekali pakai (disposable pads) mulai dikenal di tahun 1900-an. Idenya tentu berasa dari hebatnya kemampuan kain kasa yang terbuat dari bubur kayu untuk menyerap darah. Ketika seseorang mengalami luka berat yang terjadi ketika perang. Kain kassa menyerap darah dengan cepat. Itulah sebabnya perusahaan pembuat kain kassa inilah yang pertama kali memproduksi pembalut sekali pakai.

Dari yang mulanya memakai belt kemudian diganti dengan memakai lem untuk merekatkan pembalut tersebut dengan celana dalam. Bahan pembuatannyapun terus mengalami perkembangan. Mulai dari yang memakai wood fiber dan cotton fiber sampai materi penyerap cairan berbentuk gel. Terakhir yaitu banyak sekali materi pembalut yang sanggup kita temukan pada pembalut-pembalut yang beredar di masyarakat dunia kini ini. Termasuk materi abu kayu dan limbah pakaian.



Pembalut Seperti Apa yang Dibutuhkan Wanita

Jika berbicara mengenai kulitas pembalut tentu kita perlu menyinggung mengenai kebutuhan perempuan akan pembalut. Terutama mereka yang memang lebih nyaman memakai pembalut dibandingkan alat penampung darah menstruasi lainnya mirip tampon atau menstrual cup yang rupanya tidak banyak diketahui banyak orang di Indonesia. Itulah sebabnya yang lebih banyak digunakan yaitu pembalut sekali pakai yang dirasa lebih gampang dan mudah digunakan kebanyakan wanita.

Pembalut berkualitas yang diharapkan perempuan tentunya dengan banyak sekali proioritas sebagai berikut:


  1. Memiliki daya serap yang tinggi

  2. Bahannya lembut

  3. Memiliki perekat yang bisa menempel dengan kuat

  4. Bisa kembali ke bentuk semula

  5. Nyaman digunakan

  6. Mudah dibersihkan

Setidaknya 5 kriteria tersebut menjadi pertimbangan seorang perempuan dalam menentukan pembalut yang akan dipergunakannya saat-sat menstruasi. Saat mereka mengeluarkan darah 1 sendok sampai 1 cangkir setiap harinya. Untuk poin ke-6 masih ada sebagian perempuan yang percaya bahwa darah yang ada pada pembalut harus dibersihkan terlebih dahulu. Ada pula yang justru pribadi membuangnya dengan alasan menghemat air dan sebagai salah satu kepeduliannya terhadap lingkungan.

Zat Berbahaya pada Pembalut

Untuk memenuhi kebutuhan para perempuan akan pembalut semua perusahaan pembuat pembalut tentu dengan banyak sekali komposisi materi yang berbeda. Ada 2 zat yang ternyata berbahaya dalam pembalut ini yaitu dioxin dan klorin. Dioxin yaitu hasil sampingan dari proses pemutihan (bleaching) yang digunakan di pabrik kertas yang salah satunya digunakan untuk pembalut. Dioxin bisa masuk melalui rahim melalui uap yang terjadi ketika darah mestruasi mengenai permukaan pembalut.

Selanjutnya diserap ke dalam rahim melewati kanal serviks, kemudian ke uterus melewati tubavalopi sampai berakhir di ovarium. Akibatnya yaitu iritasi, keputihan, gatal-gatal, myoma, radang panggul yang sanggup mengakibatkan duduk kasus reproduksi mirip endometriosis yang bisa menjadi pemicu kemandulan, dan banyak sekali gangguan organ reproduksi lainnya. Itulah sebabnya ancaman ini menjadi lampu kuning untuk menciptakan kita waspada dalam menentukan pembalut yang rutin kita gunakan setiap bulannya.

Peraturan Tentang Penggunaan Zat Berbahaya dalam Pembalut

Tahun 1996 Menkes mengeluarkan peraturan dalam peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 472/Menkes/PER/V/ mengenai pengamanan materi berbahaya bagi kesehatan yang mencantumkan klorin dalam pembalut sifatnya racun dan penyebab iritasi. Smentara ancaman dioxin merupakan rekomendasi dari FDA (Food & Drug Administration) yang merekomendasikan pembuatan pembalut sekali pakai ini harus bebas klorin lantaran tidak kondusif untuk kesehatan organ intim wanita.

Hal ini menurut inovasi bahwa ternyata terdapat pemanis materi abu kayu dan limbah pakaian yang mengandung klorin. Penemuan ini dilakukan oleh peneliti dari YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) yang tentunya mencoba untuk memperjuangkan hak konsumen untuk mendapat pembalut yang kondusif digunakan. Pengujian yang dilakukan yaitu uji labolatorium dengan analisis kimia spektrofometri oleh TUV NORD Indonesia yang telah terakreditasi. Hal ini dituturkan oleh Arum Dinta peniliti YLKI pada Juli 2015.

Menurut Maura Sitanggang Direktur Jendral Bina Kefarmasian dan alat kesehatan dari Kementria Kesehatan kemampuannya mengeluarkan uap ketika terkena darah menstruasi yang sifatnya panas. Uap yang mungkin masuk ke badan dan menjadi zat yang sanggup membahayakan organ reproduksi wanita. Itulah sebabnya pembalut perempuan yang baik haruslah bersih, tidak menandung kotoran atau zat asing, tidak berbau, tidak mengakibatkan iriasi atau imbas lain yang berbahaya bagi organ intim.


Menguji Pembalut Berbahaya

Tes Pertama:


  • Teteskan 35 sampai 50 ml/cc air pada permukaan pembalut yang akan diuji. Air digunakan sebagai pengganti dari darah menstruasi.

  • Diamkan sampai meresap kemudian tekan dengan memakai selembar tisu yang disimpan pada permukaan pembalut tersebut. Penekanan ini akan terjadi ketika seorang perempuan yang sedang menstruasi duduk atau gerakan lain yang mengakibatkan tekanan pada permukaan pembalut.

  • Lihat permukaan tisu, kalau berair itu menunjukan bahwa pembalut tersebut mempunyai daya serap yang buruk. Semakin berair tisu semakin jelek daya serap pada pembalut tersebut.

Daya serap jelek pada pembalut salah satu indikasi bahwa pembalut tersebut berbahaya lantaran darah yang menstruasi yang mengandung banyak basil selain menciptakan rasa tidak nyaman juga sanggup menjadi penyebab terjadinya gangguan alat reproduksi mulai dari gatal-gatal, iritasi, dll.

Tes Kedua:


  • Siapkan 1/2 gelas air putih pada gelas yang bening untuk memudahkan kita melihat perubahan yang terjadi pada air.

  • Sobek pembalut untuk mengambil penggalan dalam dari pembalut tersebut mulai dari kapas, gel, dll yang terdapat dalam pembalut.

  • Masukan isian pembalut tersebut ke dalam gelas kemudian aduk. Jika penggalan inti pembalut hancur ibarat bubur kertas dan menciptakan air berubah keruh itu artinya pembalut tersebut memakai materi yang tidak berkualitas. Termasuk di dalamnya zat pemutih yang dituding mengandung klorin dan dioxin yang menciptakan pembalut tersebut masuk ke dalam pembalut yang berbahaya.


9 Pembalut yang Mengandung Klorin dan Dioxin

Dari pengujian tersebut secara detil ditemukan 9 pembalut yang dianggap berbahaya sebagai berikut:


  1. Charm dengan kandungan klorin tertinggi 54,73 ppm/parts per million.

  2. Nina Anion dengan kandungan klorin 39,2 ppm.

  3. My Lady dengan kandungan klorin 24,44 ppm.

  4. VClass Ultra dengan kandungan klorin 17,74 ppm

  5. Kotex dengan kandungan klorin 8,23 ppm.

  6. Hers Protex dengan kandungan klorin7,93 ppm.

  7. Laurier dengan kandungan klorin 7,77 ppm.

  8. Softex dengan kandungan klorin 7,3 ppm.

  9. Softness Standar Jumbo Pack dengan kandungan klorin 6,05 ppm.

Pembalut yang selama ini kita anggap sebagai pembalut yang kondusif dan terpercaya sekalipun ternyata masuk ke dalam daftar pembalut berbahaya tersebut. Untuk itu kita bisa coba mencari pembalut brand lain yang tidak termasuk dalam daftar dan mengujinya kalau terbukti kondusif bisa digunakan. Alternatif lain tentu dengan memakai alat kesehatan untuk menstruasi lainnya yang bukan terbuat dari bubur kayu atau kain bekas yang memungkinkan mengandung klorin dan dioxin. Bisa juga dengan memakai pembalut kain yang bisa digunakan berkali-kali tentu sesudah dicuci dengan bersih. Saatnya berpikir ulang dalam menentukan pembalut, Mak.



Belum ada Komentar untuk "9 Brand Pembalut Berbahaya Yang Harus Diwaspadai"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel