Hindari Kekerasan Dalam Rumah Tangga Dengan Rumah Tangga Sakinah Mawaddah Warahmah


sesungguhnya bisa dicegah saat dari awal pernikahan sepasang suami istri mempunyai tujuan Hindari Kekerasan dalam Rumah Tangga dengan Rumah Tangga Sakinah Mawaddah Warahmah

Kekerasan dalam Rumah Tangga sesungguhnya bisa dicegah saat dari awal pernikahan sepasang suami istri mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Keluarga ideal yang menjadi dambaan semua orang. Kalimat yang juga sering diucapkan saat sepasang kekasih meresmikan ikatan cinta mereka dalam sebuah pernikahan. Tiga kata bahasa Arab yang menjadi doa dari para tetamu yang menghadiri pernikahan atau resepsi pernikahan atau bahkan hanya sekadar komentar dalam Media Sosial.

Peraturan Tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT)


Atas keperihatinan dan aneka macam tindak kekerasan yang terjadi di tengah -masyarakat maka dewan perwakilan rakyat menciptakan dan mengeluarkan Undang-Undang No.23 Tahun 2004 yang mempunyai beberapa tujuan:


  1. Untuk mencegah segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga yang meliputi:

  • Kekerasan fisik, yaitu aneka macam tindakan yang mengakibatkan timbulnya rasa sakit, jatuh sakit atau luka berat.

  • Kekerasan psikis, aneka macam perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, timbulnya rasa tidak berdaya, dan penderitaan psikis berat yang dialami oleh seseorangakibat KDRT ini.

  • Kekerasan seksual, pemaksaan kekerabatan seksual terhadap orang yang menetap dalam lingkungan sebuah keluarga. Bisa juga yang melibatkan orang lain dengan tujuan komersil. Dalam hal ini menjual istrinya sendiri untuk meraup laba bagi dirinya sendiri yang jelas-jelas dihentikan dalam Islam.

  • Kekerasan dengan penelantaran rumah tangga, karena seharusnya dalam ikatan pernikahan terdapat kewajiban untuk menawarkan kehidupan, perawatan dan pemeliharaan. Ini juga berlaku bila seseorang melarang bekerja yang menciptakan pihak lain merasa berada di bawah kendali satu pihak.Untuk melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga yang tidak hanya suami, istri tapi juga anak, keluarga hingga ART yang menetap dalam sebuah keluarga. Negara memperluas KDRT yang tidak hanya terjadi antara suami istri saja. Anak, bahkan orang lain baik yang mempunyai kekerabatan darah atau tidak yang menetap dalam sebuah keluarga atau rumah tangga juga termasuk di dalamnya.

  1. Untuk menindak pelaku kekerasan dalam rumah tangga. Selama ini perempuan biasanya yang menjadi korban dan pria atau para suami yang menjadi pelaku KDRT ini. Itulah sebabnya saat seorang perempuan merasa sudah menjadi korban KDRT tidak perlu ragu lagi untuk melaporkan suaminya atas tindak kekerasan yang sudah ia lakukan.

  2. Untuk memelihara keutuhan rumah tangga yang serasi dan sejahtera yang tentunya menjadi keluarga ideal yang diinginkan hampir semua orang. Terutama mereka yang sudah menikah dan berada dalam sebuah ikatan perkawinan. Dalam Islam keluarga ideal inilah yang dinamakan keluarga Sakinan, Mawaddah, Warahmah yang menjadi benteng dari KDRT ini.

Bagaimana ketiga kata itu bekerja untuk menghindari kekerasan? Mari kita lihat lebih bersahabat lagi ketiga kata berbahasa Arab tersebut:

Keluarga Sakinah

Sakinah dalam bahasa Arab berarti tenang, terhormat, aman, penuh kasih sayang, merasa dilindungi, mantap dan memperoleh pembelaan. Jika dilihat dari konteks Islam ibarat yang terdapat pada Al-Quran Surat Ar-rum yang merupakan surat ke 30 ayat 21 maka “Sakinah” ini diartikan sebagai perjodohan antara pria dan perempuan biar keduanya merasa tentram satu sama lain.

Ketentraman yang dimaksud tentunya kembali pada arti dari sakinah tersebut dimana di dalamnya keduanya sanggup mencicipi ketenangan hidup, merasa dihormati satu sama lain, merasa aman, merasa dilindungi, disayangi, dan dibela dengan sepenuh hati. Jika sebuah keluarga sudah merasa bahwa keluarga mereka sakinah maka sudah tentu kekerasan tidak akan hingga menghampiri keluarga tersebut.

Keluarga Mawaddah                                         

Kata “Mawaddah” mempunyai arti yang sama dengan “Mahabbah” yang artinya cinta dan kasih sayang. Jika ditilik di dalamnya terdapat ikatan cinta suami istri yang menggebu-gebu. Terutama karena fisik yang menciptakan munculnya hasrat seorang suami kepada istrinya begitupun sebaliknya yang difasilitasi dengan adanya sebuah perkawinan atau pernikahan.

Itulah sebabnya cinta dan kasih sayang yang dimaksud lebih pada karena fisik. Mulai dari kecantikan atau ketampanan seseorang yang menciptakan keduanya saling tertarik, bentuk badan keduanya, kekayaan, dll. Cinta yang menggebu-gebu yang menciptakan seseorang akibatnya mencicipi cinta yang buta itu.

Jika sebuah keluarga sudah terasa sakinah maka cinta ini akan muncul. Hingga cinta yang alasannya karena fisik sesungguhnya sudah tidak dipermasalahkan lagi. Namun demikian tetap seorang istri berkewajiban untuk menyenangkan suaminya. Mulai dari berusaha untuk tampil cantik, higienis dan bau untuk suami mereka begitupun sebaliknya. Saling menyenangkan satu sama lain hingga keharmonisan selalu terjaga jauh dari kekerasan.


Keluarga yang Wa Rahmah

Jika dilihat dari artinya secara bahasa berasal dari dua kata yaitu “Wa” yang artinya dan, serta “Rahmah” yang artinya ampunan, anugerah, karunia, rahmat, belas kasih, dan rezeki. Dari arti harafiah tersebut maka sebuah keluarga diperlukan mempunyai rasa kasih sayang yang lembut, siap untuk melaksanakan pengorbanan, menawarkan nafkah, melayani serta memberi tunjangan kepada orang yang dicintai, dalam hal ini antara suami dan istri.

Wujud kasatmata dari kata ini yang lebih merupakan cinta yang bersifat kalbu yaitu menawarkan cinta dan kasih sayang yang tulus, rasa saling memiliki, saling membantu, saling menghargai, rela berkorban satu sama lain yang terpancar sebagai cerminan dari cahaya iman. Itulah sebabnya pernikahan yang dilakukan bukan atas dasar fisik semata melainkan karena menjalankan perintah Allah serta sunnah rosull dengan tujuan untuk mendapatkan keridhoan Allah.


Keduanya akan saling mendapatkan satu sama lain. Berusaha untuk melaksanakan yang terbaik untuk pasangannya, juga untuk anak-anaknya. Semua pengorbanan dilakukan semata untuk memperoleh Ridho dari Allah sebagai bentuk Ibadah. Itulah sebabnya selalu ada rasa syukur saat mendapatkan rezeki sekecil apapun dan tulus saat mendapatkan cobaan. Jika sudah begitu maka tidak akan ada kekerasan yang bisa terjadi dalam keluarga tersebut.


Ciri Keluarga Sakinah, Mawaddah, Wa Rahmah

sesungguhnya bisa dicegah saat dari awal pernikahan sepasang suami istri mempunyai tujuan Hindari Kekerasan dalam Rumah Tangga dengan Rumah Tangga Sakinah Mawaddah Warahmah

Apakah keluarga kita sudah Sakinah, Mawaddar, Warahmah mak? Yuk kita lihat ciri-cirinya sebagai berikut:


  • Saling membutuhkan satu sama lain. Masing masing menjalankan kiprah ibarat yang seharusnya. Suami istri menjadi sebuah tim yang selalu berusaha bersama untuk mendapatkan yang terbaik demi keluarga.

  • Menjalankan kiprah masing-masing atas dasar keyakinan semua itu dilakukan untuk menjalankan perintah Allah. Tidak ada yang lebih banyak didominasi karena keduanya sama-sama berusaha menjalankan kewajiban layaknya sebagai seorang istri dan suami. Keduanya sama-sama menyadari bahwa semua pengorbanan yang dilakukan memang sudah seharusnya ia lakukan sebagai sebuah kewajiban. Tentunya dengan menghormati hak pasangannya yang harus ia penuhi.

  • Landasan dalam setiap peraturan atau keputusan yang diambil yaitu Agama. Ketika keduanya mempunyai dasar yang sama maka saat setiap ada permasalahan yang muncul selalu dicari jalan keluar yang terbaik menurut agama. Dengan begitu tidak akan ada istilah ketidak cocokan atau perbedaan pemikiran, dll yang seringkali menjadi penyebab tindak KDRT ini.

  • Rezekinya bersumber dari ikhtiar yang halal. Sekecil apapup rezeki yang didapat dengan jalan yang halal selalu mendatangkan berkah. Ketika berkah tiba akan sangat gampang mendapatkan kebahagiaan  yang didambakan oleh sebuah keluarga. Tidak ada istri yang murka karena nafkah yang diberikan suaminya tidak mencukupi begitupun suami yang terpancing emosi dan melaksanakan tindak KDRT. Suami juga selalu bekerja keras untuk menafkahi anak dan istrinya dengan perjuangan yang halal karena ia sadar itu yaitu kewajibannya.

  • Ridho atas Apapun yang diberikan Allah dalm keluarga mereka. Jika sudah ridho maka manis pahit yang terjadi dalam sebuah rumah tangga akan sanggup terlewati dengan baik. Suami istri bisa selalu berdampingan satu sama lain. Berpegangan tangan saat keluarga mereka tergoncang karena aneka macam cobaan yang datang. Akhirnya semuanya bisa dilewati dengan baik tanpa harus ada kekerasan dalam rumah tangga.

Semoga kita semua bisa mewujudkannya ya Mak. Menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah biar dijauhkan dari tindak kekerasan dalam rumah tangga. Walaupun tidak ada keluarga yang ideal namun bila kita dan pasangan sama-sama berusaha mewujudkannya maka tidak ada yang mustahil bukan?



Belum ada Komentar untuk "Hindari Kekerasan Dalam Rumah Tangga Dengan Rumah Tangga Sakinah Mawaddah Warahmah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel